-->

Puisi : Batang Kapur

No comments




Pada aliran air, Sampan senantiasa membelah tubuh batang kapur.
Tepian mandi melusuh, berubah tebing tanah.
Sekali air pasang, sekali tepian berubah.

Dahulu, berhanyut – hanyut dari lubuk kilaki ke lubuk kuok
Kini pekik senang anak mandi sudah mati.
Air bersih pembasuh badan sudah sampai ke pintu rumah,
Tradisi turun mandi kehilangan tuah.
Tidak ada lagi berpura-pura menjadi tarzan sebelum azan,
Tempat bergayut ikut hanyut.

Sekali air pasang, sekali tepian berubah.
Sepanjang aliran batang kapur tersemat rindu,
Rindu nan masih utuh,
Pada gemercik air,
Pada suara riuh teman berhanyut.


Bungo Pasang,2020.

Comments

Size 730x120
Size 336x280
Size 730x120