-->

Puisi : Pariaman, Pantai Rindu

No comments


Kabut air berkilau di perpulauan pariaman,
Sementara kita sedang mencumbu hujan.
Pada rerintik hujan kau bercerita kerinduan nan di depan mata,
Aku bergumam "jangan membayangkan kematian menemaniku".

Kita kembali melempar pandang ke angsa dua dan termenung,
Pulau sebola mata, tapi berasa nyata.

Hujan semakin bertali memandikan atap pondok,
Pada sisi lain, kau sembunyikan air mata disela jemari.
Aku berucap " Hanya Seminggu"
Kau, begitu juga hujan berpacu mengurai air.

Aku hanya butuh kepercayaan,
Serupa yang kau berikan pada agama.
Nan kau relakan kepada tuhan,
Bisa Juga sebentuk percaya akan jauh dari berubah.

Kembali kau membawa mata mengintip hujan,
Seraya berujar " Jangan tinggalkan keagamaanku".
Kau jadikan aku serupa agama yang kau peluk,
Maka tak akan ada keraguan dalam kitab cinta kita.

Pariman, 12 Maret 2013

Comments

Size 730x120
Size 336x280
Size 730x120