-->

Sehimpun Puisi Masa Pandemi 2020

No comments




PERUBAHAN

Berjemur untuk jamur,
Bukan, ini prihal umur.
Biasanya jam seperti ini, kita mencari nasi.
Sekarang, kita mencari kursi sinaran matahari.
Dia memaksa kita menjadi tukang cuci,

Mengkaji teori konspirasi, tapi abai pesan ulama.
Selalu berpesan kepada bosan, berakal kepada nakal.

Kepulangan tidak lagi menjadi rindu, berubah ragu.
Kepada yang tersayang, usakan tidak pulang.
Karena kesehatan sudah menjadi setan.
Padang, 2020



DI RUMAH SAJA

Semenjak ibadah di rumahkan, tuhan tidak menjauh.
Tapi percayalah, manusia akan senantiasa gaduh.

Setelah rumah ibadah dikunci, tuhan tidak tekurung.
Tapi percayalah, manusia akan menjadi bingung.

Semenjak pasar di rumahkan, dagang tidak tersentuh.
Tapi pecayalah, manusia akan mencari karena butuh.

Setelah keramaian dikarantina, kerumunan berubah lengang.
Tapi percayalah, dunia maya juga bisa menciptakan senang.

Kepercayaan untuk kau yakini.
Ekonomi terpaksa kau cari.
Kebahagiaan datang dari diri sendiri.
Padang 2020

PANDEMI RINDU
Bertemulah kita pada malam – malam dalam ponsel.
Cinta kita dikarantina, begitu katamu.
Rindu akan menjadi pandemi.
Sampai waktu yang entah kapan akan membaik,
Kita sumbangkan rindu kepada provider.

Pandemi rindu, pacarku.
                    Padang 2020

Comments

Size 730x120
Size 336x280
Size 730x120